Dalam awal perdagangan Eropa hari Selasa, dolar AS mengalami kenaikan dan tetap mendekati level tertinggi dua bulan. Para trader tengah memperhatikan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve serta peluang kesepakatan plafon utang AS yang harus melewati Kongres yang terpecah.
Pada pukul 14.05 WIB, indeks dolar, yang mengukur nilai tukar greenback terhadap enam mata uang lainnya, mengalami kenaikan sebesar 0,2% menjadi 104,323, setelah mencapai level tertinggi dua bulan pada 104,420 di awal sesi.
Presiden AS Joe Biden dan para pemimpin Partai Republik di Kongres, termasuk Kevin McCarthy, mencapai kesepakatan pada akhir pekan untuk menunda batas plafon utang hingga tahun 2025 serta membatasi beberapa anggaran pengeluaran federal demi mencegah terjadinya gagal bayar utang AS.
Namun, kesepakatan ini memiliki waktu terbatas untuk disetujui oleh Kongres yang terpecah sebelum Departemen Keuangan AS kehabisan dana untuk memenuhi seluruh kewajiban utangnya. Tentu saja, kesepakatan tersebut pasti akan menghadapi tentangan dari kedua sisi partai yang berhaluan keras.
Dolar tetap menguat pada hari Senin, ketika pasar AS dan Inggris libur, dan nilai tukarnya berpotensi mencatat kenaikan bulanan di bawah 2,5% karena para trader memperkirakan kemungkinan suku bunga AS akan tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.
Laporan bulanan yang sangat ditunggu-tunggu mengenai pekerjaan di AS dijadwalkan akan dirilis pada hari Jumat, dan diperkirakan akan menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja negara tersebut tetap kuat, dengan perkiraan terciptanya 180.000 pekerjaan pada bulan Mei.
Selain itu, tingkat inflasi yang tetap tinggi mendorong perkiraan kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh the Fed pada bulan Juni, yang juga memberikan dukungan pada dolar.
Di sisi lain, pasangan mata uang EUR/USD turun sebesar 0,3% menjadi 1,0691, dengan euro merasakan dampak dari penguatan dolar. Selain itu, Inflasi Spanyol mengejutkan dengan melandai atau hanya naik sebesar 3,2% pada tahun ini di bulan Mei, di bawah ekspektasi sebesar 4,4%.
GBP/USD naik sedikit menjadi 1,2345, sementara USD/JPY diperdagangkan turun 0,1% menjadi 140,41, di mana pasangan mata uang tersebut sebelumnya mencapai level tertinggi enam bulan karena imbal hasil Treasury AS terus meningkat.
AUD/USD mengalami kenaikan menjadi 0,6523, sementara USD/CNY naik sebesar 0,4% menjadi 7,0918, mencapai level tertinggi baru dalam enam bulan setelah People's Bank of China memangkas kurs tengah
harian hari ini, memberikan sinyal dovish kepada pasar.
USD/TRY melonjak sebesar 1,4% menjadi 20,2807. Meskipun inflasi naik, nilai lira tetap melemah setelah Tayyip Erdogan terpilih kembali sebagai presiden Turki, yang mengisyaratkan suku bunga akan tetap rendah.
Pada pukul 14.43 WIB, pasangan mata uang lainnya, seperti GBP/JPY turun 0,14%, EUR/JPY turun 0,56%, dan USD/CHF naik 0,2%. Bitcoin turun sebesar 0,55% (BTC/USD), ethereum turun 0,01% (ETH/USD), dan BTC/IDR turun 0,5%. Sementara itu, Dogecoin turun 1%, XRP naik 4,13%, Cardano naik 0,31% (ADA/USD), Shiba Inu turun 1,27%, dan ETC/USD turun 0,65%.
Di Indonesia, IHSG turun sebesar 0,2%, sedangkan rupiah mengalami kenaikan sebesar 0,14% menjadi 14.700 per dolar AS. Sementara itu, JPY/IDR naik 0,08%, AUD/IDR naik 0,01%, dan SGD/IDR turun 0,33%.